23:Sep
Mengubah Lelah Menjadi Lillah: Seni Menjemput Rezeki dengan Hati yang Ikhlas

Raha, 23 September 2026 | Bagi seorang Muslim, bekerja bukan sekadar rutinitas harian untuk memenuhi kebutuhan materi semata. Lebih dari itu, setiap langkah kaki keluar rumah, tetesan keringat di tempat kerja, hingga rasa penat di penghujung hari adalah bagian dari ibadah. Namun, tidak jarang rasa lelah fisik dan mental justru memicu kejenuhan, keluhan, dan hilangnya makna dari apa yang dikerjakan.
Di sinilah pentingnya seni mengubah lelah menjadi lillah. Ketika orientasi bekerja digeser dari sekadar "mencari uang" menjadi "mencari ridha Allah", beban berat yang dipikul akan berubah menjadi sumber ketenangan jiwa dan pahala yang berlimpah.
Di Pengadilan Negeri Raha, rutinitas pekerjaan sering kali menuntut energi, konsentrasi, dan kesabaran yang tinggi. Namun, di balik setiap tumpukan berkas perkara, pelayanan masyarakat, dan dinamika tugas sehari-hari, tersimpan kesempatan besar untuk mengubah setiap tetes keringat menjadi bernilai ibadah.
Pesan inilah yang menjadi inti dari kegiatan Pengajian Rutin Bulanan di lingkungan Pengadilan Negeri Raha yang disampaikan oleh Ustadz LM. Fajar Mahayuddin, S.Pd., M.Pd. di Masjid Al Hikmah Pengadilan Negeri Raha pada Rabu, 23 September 2026, sebuah tausiah inspiratif mengangkat tema “Mengubah Lelah Menjadi Lillah: Seni Menjemput Rezeki dengan Hati yang Ikhlas.”
Kegiatan yang sarat akan nilai spiritual ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh keluarga besar Pengadilan Negeri Raha. Mulai dari Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, staf pelaksana, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pegawai outsourcing, hingga para siswa/mahasiswa magang, tampak antusias menyimak tausiah yang disampaikan.
Dalam tausiahnya, disampaikan bahwa rasa lelah dalam menjalankan tugas hal yang lumrah. Tantangan pekerjaan yang beragam sering kali menguji fisik dan mental. Namun, kuncinya terletak pada niat. Ketika kita bekerja dengan niat semata-mata mencari ridha Allah SWT maka rasa lelah tersebut akan bertransformasi menjadi lillah (karena Allah).
Dikatakannya, suasana kebersamaan dan kehadiran seluruh elemen pegawai tanpa memandang status sosial atau jabatan mencerminkan keharmonisan dan kekompakan (sakinah) di lingkungan Pengadilan Negeri Raha.
Melalui pengajian rutin bulanan ini, diharapkan para pegawai tidak hanya mahir dalam menyelesaikan tugas-tugas kedinasan, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kokoh. Hati yang ikhlas diyakini mampu melahirkan pelayanan publik yang humanis, berintegritas, dan bebas dari beban psikologis yang berlebihan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh aktivitas kerja di Pengadilan Negeri Raha senantiasa mendapat keberkahan, kemudahan, serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT. (mw)





.





















